Scientific Computing dengan Python

Pada bidang scientific computing, tidak semua kemampuan dalam computer science akan digunakan. Umumnya, kebutuhan dalam pengembangan scientific computing antara lain dapat diwakilkan dengan beberapa pertanyaan berikut ini :

  • Bagaimana cara mengakses beberapa bentuk data fisis secara fleksibel ?
  • Bagaimana cara memanipulasi dan memvisualisasi hasilnya dengan cepat ?
  • Bagaimana dapat mengkomunikasikan hasilnya dengan mudah kepada pengguna ?

Sehingga berdasarkan 3 pertanyaan diatas maka yang dibutuhkan adalah teknik akses data yang fleksibel dimana kita dapat menggunakan berbagai macam variabel data yang berbeda-beda, teknik manipulasi dan visualisasi hasil dengan cepat, serta teknik penyajian hasil yang mudah. Dahulu kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan bahasa C atau Fortran, namun jaman sekarang kebutuhan spesifik ini telah dipenuhi dengan baik menggunakan Matlab.

Sampai saat ini bidang scientific programming masih menggunakan Matlab yang sudah dilengkapi dengan Simulink dan Toolboxnya yang sangat lengkap. Disamping beberapa kelebihan dari Matlab, ada kelemahan utama yang menyebabkan Matlab tidak sesuai untuk diajarkan pada dunia akademik. Pertama, Matlab merupakan perangkat lunak yang berbayar. Kebanyakan di dunia akademik seperti di beberapa Universitas di Indonesia menggunakannya secara ilegal dimana menurut saya ini merupakan hal yang tidak baik. Kedua, Matlab bukanlah bahasa pemrograman yang powerful, Matlab hanya didesain khusus untuk keperluan komputasi sehingga hampir tidak dapat digunakan untuk rekayasa perangkat lunak yang lain. Hal ini mengakibatkan, code yang telah sukses dikembangkan dalam Matlab kebanyakan harus diubah ke bahasa yang lain dulu agar dapat digunakan dalam implementasi rekayasa perangkat lunak (software engineering).

Untungnya dengan adanya bahasa Python, suatu bahasa intepreter yang didesain untuk general purpose, dapat dikoding dengan cepat, mudah dipelajari dan mudah diintegrasikan dengan bahasa yang lain. inilah karakteristik dasar dari bahasa untuk scientific computing yang modern. Dengan karakteristik ini, kelemahan utama dari Matlab tidak terdapat pada Python. Code yang telah sukses dikembangkan dalam Python dapat langsung digunakan dalam implementasi rekayasa perangkat lunak (software engineering). Selain itu jika berkaitan dengan proses yang kritikal, code dalam bahasa Python dengan sedikit modifikasi dapat di compile menjadi bahasa mesin yang kompatibel dengan bahasa C menggunakan fasilitas Cython. Kebutuhan scientific computing akan pustaka yang komprehensif telah dipenuhi oleh Python.

Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang populer di dunia kerja Indonesia. Selain itu ranah di akademik pun banyak akademisi yang menggunakan Python untuk menyelesaikan penelitiannya di bidang komputasi sains, robotika, data science, ekonomi, antariksa dan berbagai macam bidang lainnya. Python secara default telah terpasang di beberapa sistem operasi berbasis Linux seperti Ubuntu, Linux Mint dan Fedora. Untuk sistem operasi lain, sudah tersedia installer yang disediakan untuk sistem operasi tersebut.

Banyak hal yang dapat Anda jelajahi ketika menggunakan bahasa pemrograman Python yang populer di Python antara lain:

  • Django, web framework.
  • Scipy dan Scikit, pustaka untuk membuat aplikasi machine learning dan artificial intelligence.
  • Tornado, pustaka untuk membuat aplikasi web, websocket, dan asynchronous programming.
  • Celery, pustaka untuk membuat¬†asynchronous task.
  • OpenCV Python, pustaka untuk membuat aplikasi computer vision.
  • Matplotlib, pustaka untuk membuat grafik untuk keperluan saintifik.
  • BioPython, pustaka untuk menganalisa DNA dan Genome makhluk hidup.
  • TensorFlow, pustaka untuk membuat aplikasi yang ditenagai oleh deep learning.
  • dan lainnya

Selain itu Python pun memiliki sebuah package manager yang populer dan unggul yang dinamakan dengan PIP. Dengan menggunakan PIP, Anda dapat mulai memasang atau menghapus pustaka Python yang akan atau tidak digunakan lagi.

Sehingga menggunakan bahasa Python untuk keperluan scientific computing merupakan salah satu hal yang dapat direkomendasikan sebagai pengganti Matlab. Python bersifat open source dimana kita dapat menggunakan dan mengembangkannya secara gratis. Dan karena sifatnya open source maka komunitas Python di dunia berkembang dengan baik bahkan di Indonesia sekalipun. Sekarang Python termasuk dalam 10 bahasa pemrograman paling populer saat ini dengan satu alasan yang diantaranya adalah Python merupakan bahasa yang paling mudah dipahami dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan.

Jadi, tunggu apa lagi untuk memulai belajar Python??

Bagi yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang Python atau ingin segera men-download untuk mencoba pengalaman scientific computing bersama Python silahkan kunjungi website resminya dibawah ini

 https://www.python.org/

print (“Saatnya move on untuk melangkah lebih baik…”)

Top 10 Most Inspiring People of The 22nd Century

Interested in Mathematical Physics and Computational Physics

Artificial Intelligence and Business Enthusiast

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *