Blog

Scientific Computing dengan Python

Pada bidang scientific computing, tidak semua kemampuan dalam computer science akan digunakan. Umumnya, kebutuhan dalam pengembangan scientific computing antara lain dapat diwakilkan dengan beberapa pertanyaan berikut ini :

  • Bagaimana cara mengakses beberapa bentuk data fisis secara fleksibel ?
  • Bagaimana cara memanipulasi dan memvisualisasi hasilnya dengan cepat ?
  • Bagaimana dapat mengkomunikasikan hasilnya dengan mudah kepada pengguna ?

Sehingga berdasarkan 3 pertanyaan diatas maka yang dibutuhkan adalah teknik akses data yang fleksibel dimana kita dapat menggunakan berbagai macam variabel data yang berbeda-beda, teknik manipulasi dan visualisasi hasil dengan cepat, serta teknik penyajian hasil yang mudah. Dahulu kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan bahasa C atau Fortran, namun jaman sekarang kebutuhan spesifik ini telah dipenuhi dengan baik menggunakan Matlab.

Sampai saat ini bidang scientific programming masih menggunakan Matlab yang sudah dilengkapi dengan Simulink dan Toolboxnya yang sangat lengkap. Disamping beberapa kelebihan dari Matlab, ada kelemahan utama yang menyebabkan Matlab tidak sesuai untuk diajarkan pada dunia akademik. Pertama, Matlab merupakan perangkat lunak yang berbayar. Kebanyakan di dunia akademik seperti di beberapa Universitas di Indonesia menggunakannya secara ilegal dimana menurut saya ini merupakan hal yang tidak baik. Kedua, Matlab bukanlah bahasa pemrograman yang powerful, Matlab hanya didesain khusus untuk keperluan komputasi sehingga hampir tidak dapat digunakan untuk rekayasa perangkat lunak yang lain. Hal ini mengakibatkan, code yang telah sukses dikembangkan dalam Matlab kebanyakan harus diubah ke bahasa yang lain dulu agar dapat digunakan dalam implementasi rekayasa perangkat lunak (software engineering).

Untungnya dengan adanya bahasa Python, suatu bahasa intepreter yang didesain untuk general purpose, dapat dikoding dengan cepat, mudah dipelajari dan mudah diintegrasikan dengan bahasa yang lain. inilah karakteristik dasar dari bahasa untuk scientific computing yang modern. Dengan karakteristik ini, kelemahan utama dari Matlab tidak terdapat pada Python. Code yang telah sukses dikembangkan dalam Python dapat langsung digunakan dalam implementasi rekayasa perangkat lunak (software engineering). Selain itu jika berkaitan dengan proses yang kritikal, code dalam bahasa Python dengan sedikit modifikasi dapat di compile menjadi bahasa mesin yang kompatibel dengan bahasa C menggunakan fasilitas Cython. Kebutuhan scientific computing akan pustaka yang komprehensif telah dipenuhi oleh Python.

Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang populer di dunia kerja Indonesia. Selain itu ranah di akademik pun banyak akademisi yang menggunakan Python untuk menyelesaikan penelitiannya di bidang komputasi sains, robotika, data science, ekonomi, antariksa dan berbagai macam bidang lainnya. Python secara default telah terpasang di beberapa sistem operasi berbasis Linux seperti Ubuntu, Linux Mint dan Fedora. Untuk sistem operasi lain, sudah tersedia installer yang disediakan untuk sistem operasi tersebut.

Banyak hal yang dapat Anda jelajahi ketika menggunakan bahasa pemrograman Python yang populer di Python antara lain:

  • Django, web framework.
  • Scipy dan Scikit, pustaka untuk membuat aplikasi machine learning dan artificial intelligence.
  • Tornado, pustaka untuk membuat aplikasi web, websocket, dan asynchronous programming.
  • Celery, pustaka untuk membuat asynchronous task.
  • OpenCV Python, pustaka untuk membuat aplikasi computer vision.
  • Matplotlib, pustaka untuk membuat grafik untuk keperluan saintifik.
  • BioPython, pustaka untuk menganalisa DNA dan Genome makhluk hidup.
  • TensorFlow, pustaka untuk membuat aplikasi yang ditenagai oleh deep learning.
  • dan lainnya

Selain itu Python pun memiliki sebuah package manager yang populer dan unggul yang dinamakan dengan PIP. Dengan menggunakan PIP, Anda dapat mulai memasang atau menghapus pustaka Python yang akan atau tidak digunakan lagi.

Sehingga menggunakan bahasa Python untuk keperluan scientific computing merupakan salah satu hal yang dapat direkomendasikan sebagai pengganti Matlab. Python bersifat open source dimana kita dapat menggunakan dan mengembangkannya secara gratis. Dan karena sifatnya open source maka komunitas Python di dunia berkembang dengan baik bahkan di Indonesia sekalipun. Sekarang Python termasuk dalam 10 bahasa pemrograman paling populer saat ini dengan satu alasan yang diantaranya adalah Python merupakan bahasa yang paling mudah dipahami dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan.

Jadi, tunggu apa lagi untuk memulai belajar Python??

Bagi yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang Python atau ingin segera men-download untuk mencoba pengalaman scientific computing bersama Python silahkan kunjungi website resminya dibawah ini

 https://www.python.org/

print (“Saatnya move on untuk melangkah lebih baik…”)

Penggunaan Scientific Computing di dalam Science dan Engineering

Pada artikel sebelumnya kita telah mengetahui “apa itu scientific computing ?”, komputer telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, engkau bisa menemuinya untuk digunakan dalam bidang sains, rekayasa, bisnis maupun edukasi. Sehingga mempelajari scientific computing merupakan hal yang penting pada masa kini. Scientific computing dapat dideskripsikan sebagai gabungan dari beberapa bidang yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda yaitu matematika, computer science dan problem domain. Pada bagian problem domain, kita bisa menggunakan apapun permasalahan yang ada di dalam fenomena alam untuk dikomputasikan sebagai objek yang akan dicari solusinya.

Tunggu dulu, apa bedanya antara scientific computing dan komputasi ?

Maksudnya sih sama saja, cuma yang membedakan itu yang satu bahasa inggris dan yang satunya bahasa indonesia.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa membaca artikel di bawah ini:

https://komputasi.web.id/read/apa-itu-scientific-computing/

Prinsip mudahnya kita bisa menganggap kerja komputasi seperti pekerjaan seorang chef di restoran. Matematika itu sebagai api, computer science sebagai alat masaknya dan problem domain sebagai bahan serta bumbu yang akan dimasak. Seorang yang bekerja di komputasi itu bagaikan seorang chef yang memadukan antara logika, seni dan harmoni untuk menciptakan sebuah masakan dengan cita rasa yang tinggi.

Coba kita melihat beberapa contoh dari penggunaan scientific computing yang bisa kita temui di dalam dunia science dan engineering sebagai berikut :

1. Quantum Physics

Pada dunia kuantum kita bisa gunakan komputasi sebagai alat pemodelan. Gambar diatas menggambarkan probabilitas keberadaan elektron pada tingkat energi tertentu yang ada pada sebuah atom. Kita tahu bahwa manusia tidak bisa melihat seperti apa atom itu. JIka kita bisa memodelkan atom maka kita memiliki gambaran terhadap fenomena yang terjadi pada ukuran atomik ataupun partikel subatomik lainnya dengan tujuan membuat teknologi yang canggih dari fenomena kuantum misalnya komputer kuantum. Aplikasinya dapat kita gunakan dalam ilmu fisika nuklir, fisika partikel, kimia molekuler, laser, spektroskopi dan sebagainya.

2. Weather Forecast

Jika Anda datang ke BMKG atau badan yang mengurusi iklim dan cuaca di suatu negara biasanya Anda akan melihat hal seperti ini. Gambar diatas menggambarkan prediksi cuaca di negara Amerika Serikat dan sekitarnya. Dengan adanya prediksi cuaca manusia dapat mengetahui kondisi cuaca pada hari ini untuk menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari.

3. Global Warming

Global Warming merupakan sebuah permasalahan iklim dunia yang sudah lama diperbincangkan. Pada gambar diatas menunjukkan persebaran panas di permukaan bumi. Kegiatan manusia menyebabkan berbagai macam polusi yang mengganggu keseimbangan lingkungan dan meningkatkan suhu di permukaan bumi. Komputasi memiliki peran penting dalam menganalisa permasalahan global warming di dunia serta membantu dalam menemukan solusi atas permasalahan ini dan dapat memprediksi bagaimana kondisi iklim pada beberapa dekade ke depan berdasarkan pola yang diketahui pada tahun-tahun sebelumnya.

4. Aerodynamic Modelling

Dalam industri otomotif maupun industri penerbangan kegiatan pemodelan aerodinamis pada mobil maupun pesawat terbang merupakan hal yang sangat diperlukan. Dengan adanya hal seperti ini suatu perusahaan tersebut dapat membuat model kendaraan yang paling efisien dan nyaman secara virtual tanpa harus menghabiskan biaya uji coba dengan membuatnya dan diuji dalam terowongan angin. Jika Anda menjadi orang yang mahir di bidang ini Anda dapat bekerja di perusahaan ternama seperti BMW, General Motors, Toyota, Mercedes Benz, Boeing, Airbus, General Electric yang mana jika Anda membuka website resmi mereka, Anda akan mengetahui bahwa mereka banyak membuka lowongan pekerjaan untuk Computational Engineer di bidang Aerodynamic Modelling dan Combustion Modelling.

5. Material Engineering

Tahukah anda apa ini?

Ini adalah struktur dari graphene. Graphene merupakan teknologi material maju yang sekarang sedang dikembangkan oleh fisikawan yang mana aplikasinya pada dunia modern sangatlah bermanfaat misalnya pembuatan mikroprosessor dengan ukuran yang lebih kecil. Dengan adanya komputasi akan membantu fisikawan dalam menganalisa dan merekayasa struktur graphene.

6. Geology

Hal menarik dari penggunaan komputasi yang lain adalah pada bidang geofisika dalam memodelkan kontur permukaan bumi. Juga dapat digunakan untuk memprediksi dimana daerah yang memiliki potensi minyak bumi dan gas alam yang paling besar serta dapat mencari sumber panas bumi yang paling potensial untuk dibuat pembangkit listrik tenaga panas bumi. Banyak perusahaan minyak dan gas alam yang membutuhkan orang-orang yang mahir dalam bidang ini.

7. Medicine

Jika ada orang yang sakit seperti mengidap kanker atau penyakit dalam lainnya, biasanya orang tersebut akan diperiksa menggunakan salah satu alat yang bernama MRI (Magnetic Resonance Imaging), hasil keluarannya seperti gambar diatas. Salah satu keuntungan komputasi adalah kita dapat mengetahui bentuk bagian dalam tubuh manusia tanpa harus memotong dan membedahnya sehingga hal ini sangatlah memudahkan dokter dalam menganalisa penyakit pasien yang diderita.

8. Astronomy

Ini adalah aplikasi dari simulasi astronomi yang bernama Stellarium. Mungkin sebagian dari Anda yang menyukai astronomi sudah tidak asing dengan aplikasi ini. Aplikasi ini dibuat berdasarkan hukum – hukum fisika menggunakan persamaan-persamaan fisika yang berkaitan pada mekanika benda langit. Asyiknya lagi aplikasi ini gratis dan dengan baik dapat menggambarkan berbagai macam fenomena luar angkasa dengan akurat misalnya gerhana matahari, gerhana bulan, rasi bintang, pergerakan benda langit dll.

Jika anda penasaran ingin mengetahui seperti apa kerennya aplikasi ini, silahkan download pada link website resminya dibawah ini:

http://stellarium.org/

9. Industry

Tunggu dulu, komputasi tidak hanya seputar simulasi dan pemodelan saja tapi komputasi juga bisa diterapkan dalam sistem cerdas seperti halnya dalam industri otomasi pada sebuah pabrik manufaktur. Insinyur komputasi dapat menanamkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) pada robot-robot manufaktur sehingga mereka dapat bekerja secara otomatis tanpa mengenal lelah.

10. Game

Pada pembahasan yang terakhir, komputasi juga dapat diterapkan pada game. Seperti halnya game Angry Bird, yang mana dalam game ini menerapkan prinsip-prinsip ilmu mekanika Newtonian misalnya penggunaan prinsip gerak proyektil dan energi potensial pegas pada burung yang ditembakkan dengan ketapel. Sesungguhnya tidak hanya game Angry Bird saja namun banyak game baru yang sekarang ini menggunakan kerja komputasi contoh lainnya dalam game Final Fantasy yang terbaru dan game-game RPG yang lainnya, jika anda melihat pada pergerakan air di pantai/laut pada game tersebut maka akan terlihat mirip seperti gerakan air yang ada dalam dunia nyata. Memang benar bahwa gerakan air pada game tersebut didasarkan pada persamaan fluida Navier-Stokes sehingga seperti nyata.

Ada banyak hal dalam dunia game yang telah memasukkan berbagai macam prinsip-prinsip fisika melalui komputasi. Jika di masa depan manusia berhasil memasukkan semua prinsip fisika dari yang sederhana sampai yang kompleks ke dalam dunia virtual, seperti apa ya dunia virtual di masa depan? Apakah nanti akan seperti dalam serial anime SAO (Sword Art Online)? dimana kita masuk dalam dunia virtual yang kondisinya sangat mirip dengan dunia nyata. Hhhmmmm… Bisa jadi…

 

Point of Interest

Oke… Kesimpulan terakhir dari artikel yang saya buat ini adalah kemampuan komputasi dapat Anda terapkan pada bidang mana saja mulai dari sains, rekayasa, ekonomi (walaupun tidak saya jelaskan pada artikel ini), edukasi bahkan game. Anda bisa melakukan apapun dengan komputasi dan menemukan hal – hal yang menarik di komputasi.

Sekian dari saya dan nantikan artikel seputar dunia komputasi yang lainnya.

 

“Computing is not just a tool but computing is an answer to all the challenges of the future.

We do it because we must.

We do it because that’s what it means to be human.”

Apa itu Scientific Computing?

Dalam beberapa dekade ini, komputer telah menjadi sebuah bagian dari kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah di bidang sains, rekayasa dan bisnis. Hari ini hampir semua rumah memiliki sebuah personal computer (PC) dan anak-anak sekarang pun mulai tumbuh berkembang dengan berbagai macam perangkat elektronik seperti Laptop dan Smartphone. Ketika ingin mengerjakan berbagai proyek sains, rekayasa bahkan bisnis seringkali kita pasti tidak akan lepas dengan penggunaan komputer. Sehingga, mengajarkan teknik komputasi (scientific computing) pada mahasiswa merupakan sebuah bagian dari kurikulum sains.

Scientific computing bisa juga disebut sebagai computational science atau scientific computation.

Peran utamanya adalah mengembangkan model matematika menggunakan teknik analisa secara kuantitatif dengan bantuan komputer untuk menyelesaikan permasalahan saintifik.

Scientific computing adalah kumpulan alat, teknik dan teori yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan model matematika yang ada di dalam science dan engineering pada sebuah komputer.” -Gene H. Golub dan James M. Ortega-

Scientific computing adalah penggunaan pemodelan matematika dan teknik analisa numerik untuk menganalisa serta memecahkan permasalahan pada ruang lingkup science maupun engineering dengan menggunakan bantuan komputer.

Sehingga, scientific computing dapat dideskripsikan sebagai gabungan dari beberapa bidang yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda, yang disajikan dalam diagram berikut :

Dari beberapa definisi diatas sepertinya kita merasa bahwa scientific computing terlihat kompleks, apalagi ketika mendengar kata-kata model matematika.. Wuiiih… Otak langsung terasa sudah memikirkan persamaan-persamaan matematika yang mengerikan.

Tenang kawan…

Model matematika tak semengerikan dari yang kalian bayangkan.

Dan jika kalian tahu bahwa dalam dunia sains dan rekayasa kita pasti tidak akan lepas dari model matematika bahkan dunia bisnis seperti ekonomi makro dan mikro pun juga terlibat dengan yang namanya model matematika namun mungkin namanya berbeda tapi hakikatnya tetap sama.

Cukup sampai disini pembahasan seputar Matematika karena saya akan membahas hal tersebut secara lengkap pada artikel yang akan datang dengan judul “Pemodelan Matematika” sehingga jangan dipikir terlalu pusing terhadap model matematika. Kita akan kembali ke scientific computing.

Pada computer science kita akan membahas hal-hal seputar teknologi informatika yang dapat menunjang scientific computing, namun perlu digaris bawahi bahwa scientific computing tidak mempelajari semua materi dari computer science. Beberapa contoh hal-hal yang sering digunakan dalam scientific computing adalah penggunaan bahasa pemrograman, teknik visualisasi data, pemrograman paralel, database dsb.

Kemudian yang terakhir adalah problem domain, pada bagian ini kita bisa menggunakan apa saja permasalahan yang ada dalam science dan engineering sebagai objek yang akan dikomputasikan untuk ditemukan solusi pemecahannya. Contohnya saja ketika menemukan permasalahan yang begitu kompleks dan banyak sekali data yang perlu diolah yang memerlukan waktu yang sangat lama, seperti perubahan iklim. Mungkin saja kita bisa menyelesaikannya secara perhitungan analitik pada sebuah secarik kertas namun membutuhkan tenaga dan waktu yang sangat lama untuk mendapatkan hasil yang akurat. Namun dengan menggunakan scientific computing, akan didapatkan pemecahan masalah dengan hasil prediksi iklim yang cepat dan akurat menggunakan komputer paralel. Sehingga salah satu penggunaan scientific computing adalah dapat mempermudah kehidupan manusia agar diperoleh produktivitas kerja yang lebih cepat dan baik.

Nah… Demikian penjelasan saya seputar apa itu scientific computing selanjutnya kita akan membahas tentang beberapa contoh penggunaan scientific computing yang akan kita pelajari pada artikel yang selanjutnya.

Referensi :

Klein, A. and A. Godunov. 2006. Introductory Computational Physics. Cambridge. Cambridge University Press

Landau, Rubin H, et al. 2015. Computational Physics Problem Solving with Python Third Edition. Weinheim. Wiley-VCH

Mehta, Hemant Kumar. 2015. Mastering Python Scientific Computing. Birmingham. Packt Publishing Ltd

Info: akses Web Komputasi dengan https

Kami memahami bahwa kegiatan berselancar di dunia internet, tidak semua web memiliki status aman. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memasang sertifikat SSL pada situs web komputasi. Anda disarankan untuk mengakses laman https://komputasi.web.id tentunya agar Anda mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

 

Salam Debug!
Explosion

Komputasi antara Eksperimen dan Teori

Secara umum, dalam ilmu pengetahuan alam yang telah dipelajari, kita mencoba untuk menginterpretasikan suatu fenomena di alam dan kehidupan sehari-hari dengan membuat suatu model. Dengan menggunakan model ini, kita bisa melakukan suatu prediksi untuk menentukan hal yang terjadi di waktu mendatang atau suatu hal yang baru yang ada dikehidupan. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, kita memprediksi posisi suatu meja yang kita dorong dengan gaya yang cukup besar maka kita bisa membayangkan seberapa jauh meja tersebut akan berpindah tempat. Maka secara scientific kita bisa memodelkan fenomena tersebut dengan hukum II Newton.  Bahkan lebih dari itu, suatu program yang kita buat untuk menghitung gerak dari bola baseball yang dipengaruhi resistansi udara merupakan bentuk dari scientific model juga.

Dalam pendefinisian suatu model secara fisis, kita akan masuk ke dalam dunia Theoretical Physics atau fisika teori.  Pada fisika teori ini, kita akan menemui berbagai macam rumus, ketetapan dan teori-teori yang menjelaskan suatu sistem bekerja.  Di bagian ini pula  menjelaskan bagaimana suatu fenomena bisa dimodelkan.

Berikutnya, kita akan berusaha untuk membandingkan model yang kita peroleh secara teori dengan kenyataan di alam. Pada bagian inilah kita akan melakukan suatu pengamatan melalui kegiatan eksperimen. Maka, kita akan mengenal dengan Experimental Physics atau kita kenal dengan Fisika Eksperimen yang bertujuan untuk membuktikan apakah konsep teori yang telah dimodelkan sesuai dengan kenyataan.

Di bagian ketiga, kita akan mencoba menarik suatu garisbagaimana Fisika Komputasi ada diantara Fisika Teori dengan Fisika Eksperimen. Apa yang akan kita akan menemukan di antara keduanya? Pertama suatu model yang kita peroleh dari Fisika Teori dan suatu visualisasi atau gambaran dari Fisika Eksperimen. Kemudian mari kita atur suatu laboratorium fisika yang berisikan banyak komputer. Sebagai seorang di bidang fisika apa yang akan kita kerjakan di dalam laboratorium tersebut?

Sekarang mari kita berpikir dengan komputer yang ada apa saja yang bisa kita lakukan. Pertama, komputer akan berperan penting dalam sains. Benar, kita membutuhkan komputer untuk melakukan penghitungan, memanfaatkan Microsoft excel untuk menghitung data hasil eksperimen. Kemudian dengan microsoft excel kita berharap bisa melakukan visualisasi data untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Kemudian hal apa yang bisa kta lakukan dengan komputer yang ada?

Berikutnya, mari kita coba untuk bereksperimen dengan membuat model dari pendekatan teori. Lalu model tersebut kita implementasikan dalam rumus excel. Berikutnya kita akan memberikan suatu nilai dari variabel. Maka kita akan mendapatkan suatu hasil dari perhitungan yang telah kita lakukan. Mari kita pahami, rumus excel yang telah kita buat merupakan program kecil yang dibuat untuk memerintahkan komputer untuk menghitung variabel yang kita inputkan dan kita akan mendapatkan suatu nilai output. Sehingga kita bisa mengatakan bahwa program tersebut adalah suatu model yang menghasilkan data dari variabel yang kita inputkan. Proses tersebut kita sebut dengan komputasi, yaitu proses menghitung dengan pendekatan secara scientific menggunakan komputer.

Pada artikel berikutnya, kita akan membahas secara mendetail mengenai Fisika komputasi itu sendiri dan bagaimana serunya masuk ke dalam dunia komputasi. Tunggu ya…

“Hello World” pada beberapa bahasa pemrograman

Untuk post pertama saya kali ini, saya ingin membahas tentang Hello World. Apa sih Hello World itu? dan kenapa harus Hello World. Pada dasarnya Hello World adalah sebuah program yang paling sederhana di dunia. Fungsi utama dari program ini adalah menampilkan pesan ‘hello world’ ke layar. Hampir di setiap bahasa pemrograman menggunakan program Hello World untuk perkenalan pertama dan juga untuk memastikan bahwa program yang kita buat dapat dijalankan. Karena bisa jadi jika untuk membuat Hello World saja tidak bisa berhasil dijalankan, dimungkinkan ada pengaturan compiler atau sistem kita yang belum sesuai.

Dalam posting ini saya ingin menunjukkan contoh program Hello World dalam beberapa bahasa pemrograman, diantaranya:

  • Pascal
    [cc lang=”pascal”]
    program namaprogram;

    begin
    writeln(‘Hello World’);
    end.
    [/cc]

  • C
    [cc lang=”c” escaped=”true”]
    #include <stdio.h>

    int main(){
    printf(“Hello World”);
    return 0;
    }
    [/cc]

  • C++
    [cc lang=”cpp” escaped=”true”]
    #include <iostream>
    using namespace std;

    int main() {
    cout << "Hello, World!" << endl;
    return 0;
    }
    [/cc]

  • C#
    [cc lang=”csharp”]
    using System;

    class Program {
    static void Main(string[] args) {
    Console.WriteLine(“Hello, world!”);
    }
    }
    [/cc]

  • Go
    [cc lang=”go”]
    package main

    import “fmt”

    func main() {
    fmt.Println(“Hello, World”)
    }
    [/cc]

  • Python
    [cc lang=”python”]
    print(“Hello World”)
    [/cc]
  • Java
    [cc lang=”java”]
    // HelloWorld.java
    public class HelloWorld {
    public static void say(String message) {
    System.out.println(message);
    }

    public static void sayToPerson(String message, String name) {
    System.out.println(name + “, ” + message);
    }
    }
    [/cc]

  • Delphi
    [cc lang=”delphi”]
    procedure TForm1.ShowAMessage;
    begin
    ShowMessage(‘Hello World!’);
    end;
    [/cc]
  • HTML
    [cc lang=”html5″ escaped=”true”]
    <!DOCTYPE html>
    <html>
    <head>
    <title>Judul Halaman</title>
    </head>
    <body>
    Hello World
    </body>
    </html>
    [/cc]
  • JavaScript
    [cc lang=”javascript”]
    console.log(“Hello World!”);
    [/cc]
  • PHP
    [cc lang=”php” escaped=”true”]
    <?php echo "Hello World"; ?>
    [/cc]

Demikian sekilas yang bisa saya bagikan, jikalau ada yang ditanyakan bisa lewat kolom komentar.
Terima Kasih.